SEO BLOG & TEMPLATES

Rabu, 14 Januari 2015

Adi Mukhamad Azis

MGMP PAI SMP TULUNGAGUNG MENJADI MGMP PAI SMP TERBAIK TINGKAT NASIONAL (APRESIASI PENDIDIKAN ISLAM 2013)


Selasa, tanggal  10 s.d  Sabtu tanggal 14  Desember 2013 yang lalu merupakan hari yang  tidak akan terlupakan oleh pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Pertama (MGMP-PAI-SMP) Kabupaten Tulungagung. Karena keikut sertaannya dalam lomba apresiasi MGMP PAI SMP Tingkat Nasional yang diwakii oleh Drs. H. Djaelani dan Nurhadi, M.Pd.I (ketua dan sekretaris) berhasil mencuri perhatian para pakar pendidikan yang berperan sebagai Dewan Juri di ajang Apresiasi Pendidikan Islam (API) Tahun 2013, hingga tropi Juara I pun berhasil diboyong ke Tulungagung.

Apresiasi Pendidikan Islam (API) Th. 2013 ?

Aprsiasi Pendidikan Islam (API) adalah sebuah penghargaan yang dianugerahkan kepada individu maupun institusi yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam upaya-upaya memajukan pendidikan Islam. Penyelenggaraan API dilakukan secara rutin setiap tahun dan pada tahun 2013 ini adalah penyelenggaraan untuk kali yang keenam sejak API pertama dilaksanakan pada tahun 2008.

Penerimaan anugerah API berasal dari berbagai kalangan pemangku kepentingan pendidikan Islam, yang berdasarkan kreteria-kreteria tertentu melalui serangkaian proses seleksi  secara ketat dan dinilai mempunyai kontribusi yang bermakna dalam pembangunan pendidikan Islam.

API diselenggarakan oleh Direktorat Jendral (Ditjen) Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia (KEMENAG RI), berangkat dari kesadaran bahwa eksistensi dan kontribusi pendidikan Islam dalam proses pencerdasan masyarakat dan pembangunan bangsa dimungkinkan oleh partisipasi berbagai pemangku kepentingan secara lintas sector.

MGMP PAI SMP Kabupaten Tulungagung menuju API 2013

MGMP PAI SMP Kab. Tulungagung adalah sebuah organisasi profesi, yang mewadahi guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tingkat SMP baik negeri maupun swasta se Kabupaten Tulungagung. MGMP PAI SMP Kab Tulungagung  secara resmi sudah ada sejak tahun 2002 ditandai dengan dibentuknya susunan kepengurusan yang di tetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Departemen Agama (sekarang Kemenag)  Kabupaten Tulungaung. Pada awal nya MGMP dibentuk untuk menjadi forum yang memudahkan pemerintah (Dinas Pendidikan) dalam mensosialisasikan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pendidikan. Seiring perkembangan dan dinamika organisasi MGMP PAI SMP mulai mengkonsolidasi ide dan gagasan anggotanya untuk menyusun program dan aktifitas yang dapat menunjang pelaksanaan tugas-tugas guru Pendidikan Agama Islam di sekolah.

Mulai tahun 2009 MGMP secara stategis  mulai tampak eksistensinya hal ini bisa dilihat dari peran dan fungsi MGMP sebagai pusat informasi dan komunikasi guru mapel PAI. Hal ini membuat pemerintah menaruh kepercayaan pada MGMP untuk menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan kebutuhan guru disuatu daerah pada saat itu. Misalnya bila disuatu daerah masih banyak guru yang belum dapat mengoperasikan komputer, internet, maka MGMP dapat mengusulkan pelatihan ICT dan seterusnya.

Seiring dengan perkembangan IPTEK ternyata menjadi sebuah keniscayaan bahwa guru tidak boleh berhenti belajar, karena mereka harus mampu menghadapi peserta didik zaman sekarang yang hidupnya tidak pernah lepas dari teknologi (IPTEK). Fenomena inilah yang kemudian menjadikan MGMP sebagai kebutuhan bagi guru dalam menyelesaikan setiap problematika pendidikan dan pembelajaran.

Maka jadilah MGMP PAI SMP sebagai bagian dari organ penting Guru Pendidikan Agama Islam  dalam mensukseskan proses dan tujuan pendidikan dan pembelajaran agama islam di sekolah. Dan oleh karena itu MGMP PAI SMP Kabupaten Tulungagung menyadari pentingnya mengelola organisasi MGMP ini secara tertib, disiplin, terencana, terprogram dan akuntable serta dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan pendidikan agama islam pada  sekolah di Kabuapten Tulungagung.

Menindak lanjuti  edaran Kemenag RI tentang API 2013, MGMP PAI SMP Kabupaten Tulungagung pada kepengurusan 2011 / 2014, dengan niat mencari pengalaman, pada Bulan Oktober 2013 mengirimkan fortofolio apresiasi MGMP PAI SMP Tk. Nasional melalui penjaringan di Tk provinsi  Jawa Timur. Dan proses seleksi berlanjut pada pemanggilan untuk presentasi di Tk Nasional tanggal 10 dan 11 Desember 2013 di Cipayung Bogor Jawa Barat. Hingga berhasil meyakinkan para juri untuk menjadi juara I MGMP PAI SMP se Indonesia 2013, dan di kukuhkan dalam piagam Menteri Agama Republik Indonesia pada malam puncak anugerah API tanggal 13 Desember 2013. Penghargaan ini langsung diterima oleh Drs. H. Djaelani dan Nurhadi, M.Pd.I selaku Ketua dan Sekretaris MGMP PAI Kabupaten Tulungagung.

Sekilas peran MGMP PAI SMP Kabupaten Tulungagung dalam membangun dinamika PAI di SMP Kabupaten Tulungagung

Pertama ;  Visi ;  Terciptanya GPAI yang kompeten dan berwawasan luas. Misi ; 1) meningkatkan kompetensi paedagogis, prefesional dan leadership GPAI 2) meningkatkan kwalitas silaturrahmi dan komunikasi GPAI. Visi dan misi ini selanjutnya menjadi dasar dan ruh bagi MGMP PAI dalam merumuskan program dan aktifitas organisasi MGMP PAI.

Kedua ; memastikan bahwa semua pihak dapat mengakses semua dialektika organisasi, misalnya senantiasa mendokumentasikan serta memproseding rapat-rapat pengurus maupun pelaksanaan program organisasi, media komunikasi anggota dapat diakses di www.mgmppaismpta.com

Ketiga : dalam rangka meningkatkan kompetensi GPAI, MGMP PAI SMP Kab Tulungagung baik mandiri maupun implementing program, secara rutin mengadakan worshop dan pelatihan seperti ; ICT, kurikulum, lesson study, PTK, evaluasi pembelajaran, serta pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

Keempat ; MGMP PAI SMP senantiasa berusaha membangun pendidikan agama islam secara sinergis baik jajaran pemerintah (kemenag, diknas) maupun lintas sektoral masyarakat seperti tokoh masyarakat, organisasi masyarakat serta perguruan tinggi islam di Kabupaten Tulungagung. Hal ini bisa dilihat ketika MGMP PAI SMP memperjuangkan pentingnya kebijakan kusus tentang seragam panjang bagi siswa SMP, dan penambahan jam PAI, maka komponen-komponen tersebut diatas ikut diperankan dalam mendorong tercapainya kebijakan khusus tersebut. Dan perjuangan MGMP PAI SMP ini hari telah tampak dan semakin hari semakin massif/merata di berbagai SMP di Kabupaten Tulungagung.

Kelima ; Berpijak dari pemikiran bahwa  kwalitas pendidikan agama islam merupakan tanggung jawab bersama, terlebih perguruan tinggi islam yang  secara langsung menggodok calon-calon guru agama. Maka MGMP PAI SMP Kabupaten Tulungagung memandang penting adanya kesepahan bersama dengan Pasca Sarjana STAIN Tulungagung (sekarang IAIN) dalam upaya mmecahkan problematikan Pendidikan Agama Islam  termasuk didalamnya upaya peningkatan kwalitas / mutu Guru Pendidikan Agama Islam. Kesepahaman kerjasama ini didasarkan pada kebutuhan bersama baik research maupun pelatihan kompetensi guru dalam dedaktik motedik maupun pengembangan keprofesian.

Keenam ; dalam upaya mendorong budaya islami di sekolah, serta untuk meningkatkan dinamika dan motivasi PAI disekolah MGMP PAI SMP Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan sebuah even kompetisi tingkat Kabupaten yang dikemas dalam “young moslem camp” (YMC) selanjutnya istilah ini akan terus dipopulerkan dengan cara menjadikan YMC sebagai apresiasi dan lomba PAI SMP tingkat Kabupaten. Untuk pertama ka kalinya telah suskses diselenggarakan  Januari 2012 di SMPN 3 Tulungagung, tercatat melibatkan lebih dari 700 peserta yang memperebutkan 10 kategori perlombaan PAI.

Ketujuh ; untuk memupuk spirit dan rasa syukur GPAI kepada Allah Swt, serta memperkuat tali silaturrahmi antar anggota, MGMP PAI SMP Kabupaten Tulungagung bersepakat setiap akhir  tahun menyelenggarakan bakti social. Adapun kegiatan yang sudah terlaksana dengan suskses pada bulan November dan Desember 2012 lalu adalah ; donor darah, pengobatan gratis tibbun nabawi, pemberian beasiswa dan bantuan bagi madrasah (TPQ) pada mushollah di desa terpencil.

Posisi MGMP bagi guru
Tidak dapat dipungkiri bahwa MGMP mempunyai peran yang sangat strategis, karena MGMP menjadi pusat guru belajar, berlatih dan berdiskusi memecahkan masalah dan kebutuhan profesinya. Karena mengajar  hari ini adalah untuk kehidupan peserta didik 20 tahun mendatang, maka belajar bagi guru adalah suatu kebutuhan. Oleh karena itu MGMP harus diberi kesempatan dan peran serta fungsinya harus lebih dioptimalkan karena eksistensinya tidak bisa dilepaskan dari upaya pemerintah mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional  dimana gurulah ujung tombaknya.

Wallahu’alamu.
(Nurhadi, M.Pd.I /Sekretaris MGMP PAI Kab. Tulungagung)
sumber:mgmppaismpta.com

 

Adi Mukhamad Azis

About Adi Mukhamad Azis

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :