Dalam minggu-minggu ini bertepatan libur sekolah
hari raya Natal dan Tahun Baru. Biasanya musim liburan sekolah begini
diisi dengan kegiatan studi tour atau jalan-jalan ke tempat-tempat
hiburan atau bisa juga ke tempat-tempat bersejarah, ke pantai atau ke
gunung dan sebagainya.
Kalau kita perhatikan kalender sekolah, rasanya
cukup banyak waktu libur sekolah dalam kurun waktu 1 tahun. Apabila
kurang pandai memanfaatkan waktu liburan tersebut, tentu waktu sekian
lama itu terbuang percuma tanpa nilai produktivitas sama sekali. Mungkin bagi para siswa jadi malas membuka-buka buku pelajarannya selama liburan.
Melalui tulisan singkat ini, saya mengusulkan
sebuah kegiatan alternative untuk mengisi waktu liburan sekolah
tersebut. Memang usulan ini kiranya bukan hal baru lagi. Karena beberapa
tahun yang lalu, khususnya bagi para siswa-siswi muslim waktu liburan
sekolah begini biasanya diadakan kegiatan Pesantren Kilat di sekolah.
Akan tetapi akhir-akhir ini sepertinya kegiatan Pesantren Kilat ini
sudah tidak terdengar lagi.
Menurut saya, Pesantren Kilat yang biasanya
diadakan di sekolah-sekolah, sepertinya kurang memberi warna pendidikan
akhlak sebagaimana yang kita harapkan bersama. Hal tersebut kemungkinan
adanya beberapa penyebab antara lain:
1. Anak-anak merasa terpaksa mengikuti karena takut tidak mendapat nilai bagus untuk pelajaran Agamanya.
2. Metode penyajiannya ceramah dari
para ustadz atau ustadzah, sehingga tidak ada bedanya dengan metode
belajar Agama waktu sekolah.
3. Waktunya kurang intensif, biasanya dari pagi sampai siang/sore dan hanya memakan waktu 2 atau 3 hari saja.
4. Kurangnya praktek langsung atau pengamalan dari pelajaran yang diserapnya dalam kehidupan sehari-hari.
Nah, yang saya usulkan sebenarnya juga model
Pesantren Kilat, tetapi tempatnya bukan di sekolah melainkan di
masjid-masjid. Juga waktunya minimal 3 x 24 jam di masjid dan tidak
boleh pulang ke rumah (baik para ustadz-nya maupun para siswanya). Suatu
misal setiap masjid cukup kita taruh 10 15 siswa, dan waktunya diatur
secara bergiliran dengan siswa yang lain. Kalau toh selama musim liburan
belum mencakup semua siswa, boleh kita lakukan minimal sebulan 1 hari
pada hari libur sekolah (hari Minggu).
Mengapa Pesantren Kilat mesti diadakan di masjid? Pertimbangannya antara lain:
1. Waktu belajarnya lebih intensif dan para siswa langsung bisa mempraktekkan pelajaran yang diterimanya
.
2. Materi pelajaran yang disampaikan, mulai bangun
tidur sampai tidur kembali meliputi antara lain dzikir, sholat, membaca
Al Quran, sholat-sholat sunat, sholat berjamaah, doa-doa dan lain-lain.
3. Pada malam hari para siswa bisa langsung dilatih untuk melaksanakan sholat sunat Tahajud, dan sholat sunat lainnya.
4. Para siswa bisa dilatih untuk menjadi
penceramah, yaitu dengan membaca taklim. Jadi narasumber bukan dari para
ustadz saja, tetapi para siswa pun dilatih untuk berani tampil
berceramah di depan jamaah masjid.
5. Para siswa dilatih dan mempraktekkan sunah bersilaturahmi ke sesama muslim di sekitar masjid
.
6. Dengan belajar dan berlatih secara intensif
mengamalkan ajaran agama Islam, insyaAllah akan terwujud akhlak mulia
setelah mengikuti Pesantren Kilat ini.
Itulah sekilas usulan saya, semoga menjadi bahan
renungan bagi kita semua demi terwujudnya akhlak mulia para generasi
muda kita. Amin ya Robal alamin.
Sumber:www.detik.com
